Monday, June 7, 2010

Mengukur Kecerdasan dg Panjang Jari Tangan?

Menentukan seorang cerdas atau tdk tanpa menguji kemampuan otaknya, memang tak mudah. Apalagi jika hanya mengandalkan tampilan fisik, seringnya kita mendapatkan fakta yg bersebrangan. Seorang dengan tampilan fisik menarik tak berkorelasi positif dg kemampuan otaknya yg cerdas. N begitu pula sebaliknya. Meski demikian, berdasarkan penelitian, ada bagian tubuh manusia yg bisa digunakan untk mengungkapkan kecerdasan seseorang.

Mark Brosnan salah seorang peneliti dari Universitas Bath, mengungkapkan bahwa kecerdasan seorang dapat dilihat dari perbandingan panjang jari manis n telunjuknya. Seorang anak yg memiliki jari manis lebih panjang dari pd jari telunjuk cenderung memiliki kemampuan matematika yg lebih tinggi dari pd kemampuan verbal seperti menulis n membaca yg lebih baik dibandingkan matematika. Panjang jari2 tangan merefleksikan perkembangan bagian2 di otak.

Para ilmuan tlah lama mengetahui bahwa pertumbuhan jari2 tangan manusia berbeda-beda tergantung kadar hormon testosteron n estrogen di dlm rahim saat bayi dikandung ibunya. Kadar testosteron yg tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak yg berhubungan dg kemampuan matematika n pandang ruang. Hormon itu pula yg menyebabkan jari manis tumbuh lebih panjang. N juga sebaliknya dg hormon estrogen yg berhubungan dg kemampuan verbal, yg mendukung pertumbuhan jari telunjuk, sehingga lebih panjang dr pd jari manis.

Untk menguji hubungan kecerdasan dengan rasio panjang jari tangan, Brosnan n koleganya membandingkan hasil tes scholastik (SAT), semacam psikotes, kpd calon siswa yg mendaftar sekolah dg panjang cap jari setiap siswa yg
Telah diminta sebelumnya. Kemudian, rasio panjang jari dipakai untk memperkirakan perbandingan kadar testosteron n estrogen.

Hasil tes siswa laki2 n perempuan dipisahkan. Mereka menemukan jelas antara tingginya paparan testoran, terlihat dr panjang jari manis lbh panjang drpd jari telunjuk, n nilai uji matematika yg tinggi. Juga tingginya paparan estrogen dg kemampuan bahasa n verbal pd sebagian besar anak perempuan (ni berarti yg bwat ce kebanyakan cerewet.. Hehehe..) "Rasio panjang jari memberitahu kita gambaran mengenai kemampuan pribadi yg berhubungan dgn kognitif (daya pikir)," ujar brosna yg akan melaporkan temuannya dlm British Journal of Psychology. #sumber: harian pikiran rakyat,31 mei 2007#

Thursday, June 3, 2010

Dipasena Tempat Ku dan Orang yg Ku Cintai



Dipasena Citra Darmaja, kalo di singkat DCD. Itu dulu, skarang ganti nama jadi AWS (Aruna Wijaya Sakti) sebuah area pertambakan yg dulunya (denger2, kalo gak salah) pertambakan terbesar di asia tenggara. Yg maju. Yg makmur. Terbentang dari arah selatan. Dari kampung Bumi Dipasena Sentosa sampai BD Abadi. Tp sekarang gak gitu age. Cuma hamparan tambak2 yg ruzak diatas tanah gambut yg gersang. Disinilah saya lahir, besar, sekolah n mungkin menikah (kalo sempet) n mati. Em tempat yg q cintai meski tak seperti dulu. Em harapanq, n mungkin harapan pendudukk sini agar tempat ini dapat kembali makmur, hidup lagi seperti dulu. Yg terkenal dengan hasil udang na... Uw kembalilah seperti dlu agar para penduduk n termasuk bapakku biza menebar benur, pakan, panen dgan banga mendapat hasil berlimpah. Dgan fasilitas seperti dulu. Aq inging mengenang masa kecil ku.