
Kurt Cobain menjadi fenomena pada era 1990-an, zaman ketika dunia dihantam kultr grunge. Era ketika grunge beralih dari subkultur menjadi pop-kultur. Cobain telah mengubah wajah dunia dan membuat para anak muda memujanya karena dipicu lagu Smells Like Teen Spirit, anthem khusus semangat ala anak muda untuk mendobrak segala bentuk frusitasi.
Ajaibnya, pada pertengahan era 90-an pula muncul istilah populer "Grunge is Dead" ketike popularitas grunge mulai mencair. Bahkan, menjelang kematiannya, Cobain sendiri sering terlihat mengenakan t-shirt bertuliskan "Grunge Is Dead". Padahal grunge telah sangat mempengaruhi, fashion, hingga kultue anak muda sedunia. Itulah kenapa dulu Nirvana menjadi band utama untuk kalangan muda, dan pemimpinnya adalah Kurt Cobain.
Kurt Donald Cobain lahir di Aberdeen, sebuah kota khas dengan industri penggergajian di Negara Bagian Washington, AS, pada 20 Februari 1967. Masa kecil hidupnya pada awalnya cukup menyenangkan seperti kebanyakan anak kecil pada masanya. Orang tuanya adalah kalangan kelas pekerja dengan gaya hidup biasa. Namun, ayah Cobain adalah lelaki yang selalu bergaya ala Buddy Holly.
Sejak kecil Kurt Cobain menyukai musik dan hal-hl populer lainnya. Kalaupun ada yang agak aneh, maka itu adalah soal keluarga besarnya punya "tradisi" bunuh diri. Beberapa kerabatnta, termasuk salah satun pamannya, meninggal dunia dengan cara menembak kepalanya memakai shoot gun. Kelak fenomena ini disebut oleh Cobain sebagai Suicide gen.
Sejak kecil Cobain sudah memperlihatkan berbagai bakat dan kecerdasan, baik di bidang olahraga, maupun seni. Dia masuk dan berperan besar dalam tim bisbol serta gulat di sekolah. Dia juga sangat menyukain pelajaran seni dan senang melukis. Cobain adalah anak pemalu dengan bakat luar biasa dalam segi artistik dan musikal.
Kehidupan dalam keluarganya begitu suram, terutama sejak perceraian kedua orang tuanya, ketika Cobain berusia 9 tahun. Sebelumnya Kurt dan adik erempuannya sering menyaksikan ayah dan ibu mereka bertengkar. Peristiwa perceraian itu menjadi bencana emosional terbesar dalam hidupnya. Apalagi ketika ayahnya menikah lagi dan ibunya berpacaran dengan pemuda yang umurnya hanya tujuh tahun lebih tua darinya.
Hal-hal tersebut berimbas pada aspek kejiwaan Cobain. Dia memendam trauma mendalam terhadap ayahnya. Kelak dia mengatakan perihal tentang ayahnya dala sebuah lagu nirvana yaitu Been a soon. Bagi seorang penderita trauma kejiwaan seperti ini, wajar jika kemudian Cobain di masa depannya sering berbohong kepada publik maupun secara personal. Kebohongan telah dijadikannya semacam mekanisme pertahanan diri. Lagu-lagu Lithium (nama obat penenang untuk penyakit manic depressive) dan Rape Memenceritakan trauma mental Kurt Cobain.
Cobain hanya bisa terbuka dengan berbicara kepada beberapa teman terdekatnya saja. Salah satunya adalah Krist Novoselic, teman SMA dan kemudian menjadi bassis Nirvana, Bahkan anehnya, Cobain sering berbincang dengan Puff, kucing hitam piaraanya yang kemudian hilang. Di masa remaja, dia mulai mengalami hidup yang berantakan. Cobain tinggal dengan ibunya, namun lebih sering berkumpul bersama teman-temannya di sebuah rumah kontrakan kumuh di pinggiran kota Seattle. Di sana dia menghabiskan hari dengan bercanda bersama teman-temannya, mabuk-mabukan, serta bekerja sebagai pembersih kolam renang dan kandang anjing.
Dia kemudian mulai mendengarkan musik metal sebagai bentuk sublimasi kemarahannya. Ajaibnya, dia segera membenci musik metal dan terjebak dalam kultur bohemian di scene punk. Nah, pengaruh musik keras, distorsi alat musik, kemarahan khas metal, dan pemberontakan punk itulah yang kemudian hari mengental dalam lagu-lagu Nirvana. Hal-hal semacam itu pula yang menjadi salah satu ciri khas grunge (bahasa jerman yang artinya "babi"). Istilah ini lahir dari kritikus musik asal Inggris.
Kurt Cobain lalu pernah tinggal di sebuah rumah petak bersama pacar pertamanya yang bernama Molly, gadis yang kemudian hari dibuat dalam lagu Nirvana yang berjudul Molly's Lips. Cobain selau membuat artwork dan kolase yang ditempelkan di tembok-tembok rumah berupa alien, UFO, potongan mayat, dan lain-lain. Molly sendiri suka iseng menambah kata-kata pada gambar-gambar karya Cobain. Misalnya "Wake up cutie, do washing and take our clothes to laundry, and don't forget ... tonight we must make love".
Bakat seni pula yang membuatnya bisa menulis lagu yang dimainkan bersama teman-temannya. Kesempatan bermain pertama untuk band Cobain dan kawan-kawan datang dari sebuah bar kecil di pusat kota Seattle. Namun, mereka hanya ditonton oleh empat orang yang justru kebingungan dengan musik yang dimainkan anak-anak muda itu, para penonton juga diam saja ketika Cobain melakukan stage diving (melompat dari panggung dan membuang diri ke arah penonton. Alhasil, badan kecil Cobain babak belur menghantam lantai beton.
(Olympia Stadium)
Namun, merekan tetap berniat untuk terus main band. Mereka bahkan sering main di Olympia Stadium di pusat kota Seattle, tempat yang cukup membesarkan mereka. Olympia Stadium pula yang menjadi latar pembuatan klip Smell Like Teen Spirit. Di tempat itu dulu mereka pernah diajak jam session oleh Eddie Van Hallen. Cobain justru menolaknya karena dulu dia menawarkan diri untuk ber-jam session tapi ditolak.
Mereka baru mulai memikirkan nama band secara serius ketika seorang produser dari Sub Pop Records menawarkan untuk membidani kelahiran album pertama mereka. Cobain lantas mengusulkan nama Nirvana sebagai bentuk ketertarikannya terhadap pemahaman Buddha. Dalam hal ketertarikannya terhadap Buddha pula dia menamakan teman imajinernya sebagai Boddhah. Cobain masih sempat iseng dalam hal lain yang berkaitan dengan album awal Nirvana. Ketika album itu selesai direkam dan di-mixing, Cobain baru mendapat judul untuk album tersebut yaitu bleach. Nama "Bleach" ini sebenarnya hanya sebuah tulisan di signboard yang dibaca oleh Cobain ketika mereka melakukan perjalanan menuju Wahington untuk mengurusi album tersebut.
Setelah dilirisnya album Bleach, Cobain semakin terlibat jauh dalam kehidupan ala punk. Pada fase ini pula ia putus dari Molly. Sebenarnya Molly adalah tipe gadis yang cocok dengan selera Cobain dalam segala hal. Buktinya, mereka pernah berpacaran sambil menonton video striptease yang dibintangi oleh Courtney Love yang kelak menjadi istri Cobain. Dalam peristiwa ini Molly pun biasa saja. Bedanya, hidup Molly tidak berantakan. Namun, perbedaan ini pula yang membuat hubungan cinta mereka akhirnya putus.
Setelah putus dari Molly, Cobain ingin berpacaran dengan gadis yang hidupnya juga bohemian seperti dirinya. Akhirnya dia berhasil mendapatkannya dengan memacari vokalis Bikini Kill, band punk rock yang semua personelnya adalah perempuan. Kono lagu Smell Like Teens Spirit adalah kisah tentang bau keringat dan parfum bermerk Teen Spirit yang dipakai pacarnya.
Namun, hubungan mereka juga kandas setelah Kurt Cobain dan Nirvana menjadi artis terkenal. Penyebabnya adalah persinggungan antara pemikiran radikal ala punk yang dianut sang pacar dengan kenyataan bahwa Nirvana melalui album Nevermind telah menjadi bagian dari perniagaan kapitalistik. Dalam hal ini,Cobain sendiri sebenarnya kebingungan menghadapi popularitas. Buktinya, dia justru tertawa ketika beberapa orang kulit hitam meminta tanda tangannya setelah Nirvana mengadakan sebuah show di Washington. Bagi Cobain, tindakan orang-orang itu aneh karena Nirvana erat dengan kultur bohemian punk yang sangat berbeda dengan kultur kulit hitam.
Setelah putus dari vokalis Bikini Kill, Cobain berpacaran dengan seorang gadis dari kalangan biasa yang tinggal di kota Seattle. Cobain ingin menjalin hubungan orang yang tidak sama-sama hidup di scene punk. Gadis itu sebenarnya penggemar Nirvana semenjak kemunculan pertama band Cobain itu main di Olimpia Stadium. Sayangnya, hubungan mereka tak bertahan lama.

Kurt Cobain lalu mencari Courtney Love, personel band Hole. Perkenalan mereka terjadi pada salah satu tur Nirvana ketika Hole tampil sebagai band pembuka. Cara perkenalan mereka juga unik: Cobain yang ceking harus berkelahi dengan Courtney yang badannya lebih besar. Kisah pacaran mereka juga menjadi salah satu penyebab konflik pribadi anatara Kurt Cobain dan Nirvana versus Billy Corgan dan Smashing Pumkins. Sejak awal, Billy Corgan yang lebih dulu mengenal Courtney memang ingin menjadikannyagroupie Smashing Pumkins.
Courtney Love adalah gadis yang sangat cocok dengan Cobain, apalagi ia juga pernah mengalami kehidupan yang berantakan. Akibatnya, Cobain merasa bisa diterima seutuhnya sebagai manusia. Mereka menjalani masa pacaran yang unik. Tidak jarang mereka mengungkapkan perasaan dengan cara saling bertukar potongan raumbut dan surat cinta jika mereka sedang sama-sama sibuk dengan aktivitas band masing-masing. Bahkan keanehan-keanehan hubungan mereka ini berlanjut juga saat merekamenikah. Bahkan Cobain pernah suatu ketika diwawancarai oleh majalah Rolling Stones dan mengatakan bahwa: "Courtney is the greatest bitch that i wanna fuck everyday". Ini adalah salah satu cara Cobain untuk mengatakan bahwa dia akan menikahi Courtney.
Kedua orang ini saling mencintai dan enggan diganggu siapa pun. Buktinya, setelah ia menikah, di kamar hotel dalam salah satu tur Nirvana, Cobain mengusir seorang temannya yang mengajak mabuk heroin. Apalagi sang teman kemudian menyebut Courtney sebagai "Monster berbusana G-string". Cobain juga mengusir petugas cleaning service yang bermaksud membersihkan kamar. Akhirnya, di depan puntu kamar hotel itu mereka menempel tulisan Cobain: "Go Out, We're Fuck!!!".
Album kedua Nirvana, In Utero, merupakan perjalanan panjang dari transisi hidup Cobain. Dari bayi kecil yang penuh kemarahan dan berenang dalam dunia industri musik seperti tampak pada sampul album Nevermind hingga bentuk kedewasaan dan pengakuan diri Cobain yang tidak mampu melawan dunia.Itulah sebabnya Cobain berharap untuk tidak pernah dilahirkan seperti tampak dalam sampul In Utero.
Album ini juga memuat lagu Heartshaped Box, sebuah cerita paling aneh dan cerdas dari Cobain untuk menunjukkan rasa sayangnya pada Courtney Love. Album ini sukses besar dan para kritikus musi menyebutnya sebagai salah satu album paling jenius dalam sejarah musik. Namun melalui In Utero juga dekadensi Nirvana dalam sejarah musik mereka mulai kelihatan. Pada fase ini Cobain semakin kecanduan hingga termasuk tak akan tersembuhkan. Dia mulai keluar masuk panti rehabilitasi, tempat yang juga sering dimasuki oleh para personel Gun n' Roses (GNR), rival Nirvana. Uniknya, Cobain yang seringmerusak alat-alat GNR serta berkelahi dengan Axl Roses dan Duff McKagan, justru saling bercanda ketika mereka sama-sama masuk di panti rehabilitasi.
Rasa putus asa dalam mengatasi problemkecanduannya serta untuk memperbaiki kehidupan, baik dala relasinya dengan kedua orang tuanya maupun keluarganya sendiri, mengantarkan Kurt pada suatu kondisi depresi yang luar biasa. Akhirnya, di awal April 1994, Kurt ditemukan bunuh diri di rumahnya dengan meledakkan kepalanya sambil mengonsunsi obat-obatan, setelah beberapa hari sebelumnya kabur dari rumah sakit di Los Angeles, tempat ia dirawat untuk mengatasi kecanduannya. Meninggalnya Kurt akibat bunuh diri ini menambah daftar panjang para artis dan orang-orang ternama lainnya yang mengakhiri hidup dengancara yang tragis itu. Sebelumnya, tercatat nama Jim Morrison, Jimi Hendrix, dan Janis Japlin, para musisi yang secara kebetulan sama-sama meninggal di usia 27, seperti juga Kurt.
Dari : Buku berjudul "Musik Rebel : 25 Musisi Pemberontak"
http://ivanadhitya.blogspot.com/2009/11/biografi-kurt-cobain.html